Bagaimana Cara Evaluasi Konten Sosmed Selama PKL?

Bagaimana Cara Evaluasi Konten Sosmed Selama PKL?–Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kesempatan emas bagi siswa untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Salah satu bidang yang banyak diminati adalah divisi sosial media (sosmed). Di sinilah siswa belajar cara membuat, mengelola, hingga menganalisis konten. Namun, ada satu hal yang sering luput diperhatikan, bagaimana cara evaluasi konten sosmed selama PKL?
Evaluasi adalah proses penting untuk mengetahui apakah konten yang dibuat sudah efektif atau belum. Tanpa evaluasi, siswa hanya membuat konten tanpa tahu dampaknya. Artikel ini akan membahas langkah-langkah praktis dan mudah dipahami mengenai evaluasi konten sosmed selama PKL.
1. Mengapa Evaluasi Konten Sosmed Penting?
Sebelum membahas teknisnya, siswa perlu tahu alasan evaluasi itu wajib dilakukan. Konten sosmed bukan hanya soal desain yang menarik, tetapi juga bagaimana audiens meresponsnya. Evaluasi membantu menjawab pertanyaan:
- Apakah postingan mendapatkan engagement tinggi?
- Konten jenis apa yang lebih disukai audiens?
- Apa yang harus diperbaiki untuk posting berikutnya?
Dengan evaluasi, anak PKL bisa memahami bagaimana cara evaluasi konten sosmed selama PKL? sekaligus belajar berpikir strategis, bukan hanya kreatif.
2. Melihat Data dari Insight Platform Sosmed
Setiap platform sosial media menyediakan data analitik bawaan. Misalnya:
- Instagram Insight → menampilkan jumlah like, komentar, share, reach, hingga jam aktif audiens.
- TikTok Analytics → memperlihatkan tayangan video, retensi penonton, dan sumber traffic.
- Facebook Page Insights → menunjukkan jangkauan posting dan interaksi pengguna.
Data ini menjadi dasar untuk mengetahui performa konten. Misalnya, jika reels mendapat jangkauan lebih tinggi dibanding feed biasa, berarti tren video lebih disukai audiens.
3. Membandingkan Target dengan Hasil
Langkah berikutnya adalah membandingkan target yang sudah ditetapkan dengan hasil yang didapat. Misalnya:
- Target like per posting: 200 → hasil: 180 (cukup baik).
- Target share per video: 50 → hasil: 20 (perlu ditingkatkan).
Dengan cara ini, anak PKL bisa belajar apakah strategi yang diterapkan sudah sesuai atau perlu diubah.
4. Mengamati Jenis Konten yang Paling Efektif
Evaluasi tidak hanya soal angka, tetapi juga jenis konten yang dibuat. Anak PKL bisa mencatat konten yang paling banyak menarik perhatian audiens. Misalnya:
- Apakah audiens lebih suka konten edukasi atau hiburan?
- Konten desain grafis statis atau video pendek?
- Postingan dengan caption panjang atau singkat?
Analisis ini akan membantu menentukan gaya konten yang lebih efektif di posting berikutnya.
5. Menilai Kualitas Visual dan Copywriting
Selain engagement, evaluasi juga bisa dilakukan pada aspek visual dan tulisan. Pertanyaan yang bisa dijawab dalam evaluasi adalah:
- Apakah desain sudah konsisten dengan branding?
- Apakah warna, font, dan layout mudah dipahami?
- Apakah caption menarik dan mendorong interaksi?
Dengan memperhatikan detail ini, anak PKL akan lebih terlatih membuat konten yang tidak hanya menarik mata, tetapi juga membangun komunikasi dengan audiens.
6. Mendengar Feedback dari Audiens dan Tim
Evaluasi juga bisa dilakukan dengan mendengar masukan dari orang lain. Caranya:
- Membaca komentar dan pesan dari audiens.
- Mengikuti survei kecil untuk mengetahui preferensi audiens.
- Mendiskusikan hasil konten bersama tim sosial media.
Diskusi ini membantu anak PKL menyadari bahwa evaluasi bukan hanya soal angka, tetapi juga pemahaman mendalam terhadap kebutuhan audiens.
7. Membuat Laporan Evaluasi Secara Berkala
Bagian penting dari evaluasi adalah membuat laporan. Anak PKL bisa dilatih untuk menyusun laporan mingguan atau bulanan dengan format sederhana, misalnya:
- Konten terbaik minggu ini.
- Konten dengan performa rendah.
- Rekomendasi perbaikan untuk minggu depan.
Dengan laporan, proses evaluasi menjadi lebih terstruktur dan mudah dipahami oleh tim.
8. Membandingkan dengan Kompetitor
Evaluasi tidak selalu harus melihat ke dalam. Sesekali, anak PKL bisa membandingkan performa akun dengan kompetitor. Misalnya:
- Jenis konten apa yang paling sering mereka unggah?
- Bagaimana engagement yang mereka dapatkan?
- Apakah ada tren tertentu yang bisa diadaptasi?
Analisis ini akan membuka wawasan lebih luas mengenai strategi yang bisa diterapkan.
9. Mencoba A/B Testing
Salah satu metode evaluasi yang menarik adalah A/B Testing. Misalnya, posting dua konten dengan desain berbeda tetapi pesan yang sama. Dari situ bisa dilihat konten mana yang lebih banyak menarik perhatian audiens.
Dengan cara ini, anak PKL akan belajar bahwa evaluasi bukan hanya sekadar mengamati hasil, tetapi juga melakukan eksperimen untuk mendapatkan strategi terbaik.
10. Menyusun Strategi Perbaikan
Setelah semua data terkumpul, langkah terakhir adalah menyusun strategi perbaikan. Evaluasi tidak akan berarti jika tidak ada tindak lanjut. Misalnya:
- Jika reels lebih efektif daripada feed, fokuskan pada pembuatan video.
- Jika audiens lebih aktif malam hari, atur jadwal posting di waktu tersebut.
- Jika caption singkat lebih menarik, gunakan gaya bahasa yang ringkas dan to the point.
Dengan langkah ini, siswa bisa menjawab pertanyaan bagaimana cara evaluasi konten sosmed selama PKL? dengan bukti nyata berupa peningkatan performa konten.
Evaluasi adalah bagian penting dalam pengelolaan sosial media. Pertanyaan bagaimana cara evaluasi konten sosmed selama PKL? bisa dijawab dengan langkah-langkah seperti melihat insight platform, membandingkan target dan hasil, menilai jenis konten, memperhatikan kualitas visual, mendengar feedback, membuat laporan, hingga menyusun strategi perbaikan.
Melalui evaluasi yang konsisten, anak PKL dapat belajar bagaimana mengelola sosial media secara profesional dan memahami strategi konten yang efektif.
👉 Tertarik mengetahui lebih banyak tentang pengalaman PKL seru dan bermanfaat? Hubungi kami di WhatsApp 0811-2829-002 atau follow Instagram akademikombas untuk informasi lengkap mengenai program PKL dan sertifikasi resmi!

