Peran Siswa dalam Tim Scrum, Scrum Master, Product Owner, dan Developer

Peran Siswa dalam Tim Scrum, Scrum Master, Product Owner, dan Developer–Dalam dunia pendidikan kejuruan dan program pelatihan kerja seperti PKL (Praktik Kerja Lapangan), penerapan metode kerja ala industri semakin digalakkan. Salah satu metode yang populer adalah Scrum, yang merupakan bagian dari framework Agile. Tapi, apa sebenarnya peran siswa dalam tim Scrum: Scrum Master, Product Owner, dan Developer?
Sebelum memahami apa peran siswa dalam tim Scrum: Scrum Master, Product Owner, dan Developer, kita perlu memahami terlebih dulu apa itu Scrum.
Scrum adalah metode kerja yang banyak dilakukan dalam pengembangan perangkat lunak dan proyek berbasis digital. Namun, prinsip-prinsipnya seperti kolaborasi, iterasi, komunikasi terbuka, dan refleksi dapat diterapkan juga dalam dunia pendidikan, terutama di program PKL, bootcamp, atau proyek tugas akhir.
Scrum mengandalkan kerja tim yang dinamis dengan pembagian tugas yang jelas dalam beberapa peran utama. Dalam konteks siswa, metode ini membuat mereka bekerja secara profesional layaknya tim di perusahaan nyata.
Peran Siswa dalam Tim Scrum: Scrum Master, Product Owner, dan Developer
Berikut adalah pembahasan lengkap mengenai tiga peran utama dalam tim Scrum dan bagaimana siswa bisa menjalankannya secara maksimal.
1. Scrum Master: Si Pemimpin Tanpa Komando
Scrum Master adalah orang yang bertugas memfasilitasi tim agar proses Scrum berjalan sesuai prinsip. Namun, jangan salah! Scrum Master bukan bos, bukan juga manajer proyek yang bertugas untuk memerintah. Dalam konteks pendidikan, Scrum Master dari kalangan siswa adalah fasilitator yang bertugas untuk memastikan agar semua anggota tim bekerja efektif dan sesuai sprint.
Tugas Scrum Master bagi Siswa:
- Memimpin daily stand-up meeting (rapat singkat harian)
- Menyelesaikan hambatan yang mengganggu kinerja tim
- Membantu tim memahami prinsip Scrum
- Menjadi penghubung antara tim dan mentor/pembimbing
- Menjaga semangat dan dinamika kerja tim
Manfaat bagi Siswa:
- Melatih kepemimpinan yang inklusif
- Meningkatkan kemampuan komunikasi interpersonal
- Membentuk jiwa problem solver
Scrum Master sangat cocok bagi siswa yang senang memimpin secara demokratis, membantu orang lain, dan memperhatikan dinamika kelompok.
2. Product Owner: Juru Arah Proyek
Dalam dunia profesional, Product Owner adalah orang yang bertanggung jawab terhadap keberhasilan produk atau proyek. Ia membuat keputusan tentang fitur apa yang harus dikembangkan dan mana yang harus didahulukan.
Dalam konteks pendidikan, siswa yang menjadi Product Owner bertindak sebagai pemegang visi proyek. Ia akan menyusun backlog (daftar pekerjaan), berkomunikasi dengan pembimbing/guru/klien, dan memastikan hasil kerja sesuai tujuan.
Tugas Product Owner bagi Siswa:
- Menyusun dan mengelola project backlog
- Menentukan prioritas tugas
- Menerima dan menyampaikan feedback dari mentor atau guru
- Menentukan target sprint
- Menjaga agar tim fokus pada apa yang penting
Manfaat bagi Siswa:
- Melatih pengambilan keputusan strategis
- Mengasah kemampuan analisis kebutuhan proyek
- Meningkatkan komunikasi lintas fungsi (tim dan pembimbing)
Peran Product Owner cocok bagi siswa yang teliti, memiliki pemahaman yang kuat terhadap proyek, dan mampu berpikir strategis.
3. Developer: Pelaksana Tugas Inti
Developer dalam Scrum bukan hanya programmer, tapi semua anggota tim yang bertugas menyelesaikan tugas teknis sesuai backlog. Dalam tim siswa, Developer bisa berperan sebagai desainer, penulis, editor, peneliti, pembuat konten, atau programmer tergantung proyek yang dijalankan.
Tugas Developer bagi Siswa:
- Mengerjakan tugas teknis yang telah disepakati
- Berkolaborasi dengan anggota lain
- Melaporkan perkembangan tugas setiap hari
- Menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai sprint
- Memberikan masukan dalam review dan retrospektif
Manfaat bagi Siswa:
- Meningkatkan skill teknis sesuai bidang
- Melatih kerja sama dalam tim
- Meningkatkan rasa tanggung jawab pribadi
Peran Developer cocok untuk siswa yang senang berkarya, suka mengerjakan hal teknis, dan terbiasa bekerja dalam tenggat waktu.
Simulasi Proyek: Pembagian Peran Scrum Siswa
Bayangkan sebuah tim PKL siswa SMK jurusan Multimedia ditugaskan membuat konten promosi untuk UMKM.
- Scrum Master: Nadya, bertugas mengatur alur kerja, memimpin diskusi, dan menjaga dinamika tim.
- Product Owner: Dimas, menerima arahan dari UMKM klien, menyusun backlog, dan menentukan prioritas konten.
- Developer:
- Rina (desainer grafis)
- Edo (video editor)
- Sinta (copywriter)
- Fajar (social media officer)
Dengan pembagian ini, tim bekerja dalam sprint mingguan. Setiap hari mereka melakukan daily stand-up, mengerjakan konten, lalu review bersama dengan mentor pada akhir minggu. Ini menciptakan pengalaman belajar yang kolaboratif dan nyata.
Mengapa Peran Siswa dalam Scrum Penting?
Penerapan Scrum dan pembagian peran ini penting karena siswa:
- Merasakan pengalaman kerja nyata
- Terbiasa berpikir kritis dan mandiri
- Meningkatkan kerja sama dan komunikasi
- Lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja 4.0
Ketika siswa memerankan Scrum Master, Product Owner, dan Developer secara bergilir, mereka memahami semua sisi kerja proyek dan mampu mengenali kekuatan diri.
Peran siswa dalam tim Scrum: Scrum Master, Product Owner, dan Developer bukan sekadar label, tapi sarana pembelajaran nyata yang mengasah kemampuan teknis dan soft skill secara bersamaan. Dalam lingkungan PKL atau proyek sekolah, penerapan metode Scrum ini membantu siswa:
- Mengenali potensi dan peran idealnya dalam tim
- Belajar kepemimpinan, komunikasi, dan eksekusi
- Menjadi pribadi yang adaptif dan profesional
Melalui pengalaman langsung, siswa akan lebih siap menghadapi dunia industri dan punya nilai tambah saat melamar kerja.
Ingin Program PKL Profesional dengan Metode Scrum?
Gabung bersama Akademi Kombas dan rasakan pengalaman belajar kerja nyata dalam tim Scrum! Dapatkan bimbingan dari mentor berpengalaman, proyek langsung dari klien, serta pelatihan yang siap membekali kamu jadi talenta siap kerja.
📞 Hubungi sekarang via WhatsApp: 0811-2829-002
📷 Follow Instagram: @akademikombas untuk info terbaru lainnya!
Belajar seperti profesional, mulai dari sekarang bersama Kombas!

