Bagaimana Proses Riset Tren Sosmed untuk PKL?

Bagaimana Proses Riset Tren Sosmed untuk PKL?–Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah kesempatan berharga bagi siswa untuk belajar langsung di dunia kerja nyata. Salah satu bidang yang banyak diminati adalah sosial media (sosmed), karena erat kaitannya dengan tren digital yang selalu berubah. Namun, muncul pertanyaan penting, Bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL?
Riset tren sosial media menjadi tugas penting karena membantu anak PKL memahami perilaku audiens, konten apa yang sedang populer, serta strategi yang bisa diadaptasi untuk kebutuhan brand atau perusahaan. Dengan riset yang baik, konten sosmed dapat lebih relevan, menarik, dan memiliki engagement tinggi.
1. Memahami Pentingnya Riset Tren Sosial Media
Sebelum masuk ke teknis, penting bagi anak PKL untuk memahami alasan mengapa riset tren sangat diperlukan. Sosmed berkembang sangat cepat; algoritma, format konten, hingga preferensi pengguna selalu berubah.
Tanpa riset, konten bisa ketinggalan zaman dan tidak sesuai dengan audiens. Oleh karena itu, bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL? dimulai dari memahami bahwa riset adalah dasar pembuatan strategi yang tepat.
2. Menggunakan Fitur Insight di Media Sosial
Setiap platform memiliki fitur analisis bawaan. Misalnya:
- Instagram Insight: untuk melihat performa posting, story, reels, dan profil audiens.
- TikTok Analytics: menunjukkan data video yang viral, jam aktif audiens, hingga demografi.
- Facebook Page Insights: memberikan data reach, engagement, dan posting paling efektif.
Dengan data ini, anak PKL bisa mengenali tren berdasarkan perilaku nyata followers. Jadi, riset tren tidak hanya berdasarkan kabar viral, tetapi juga kebutuhan audiens yang spesifik.
3. Mengikuti Topik Viral dan Hashtag Populer
Salah satu cara paling mudah dalam riset adalah dengan memantau hashtag dan topik viral. Misalnya:
- Di Instagram atau TikTok, cek hashtag yang sering dipakai di niche tertentu.
- Di Twitter (X), lihat trending topic harian.
- Di YouTube, lihat bagian “Trending” atau video yang paling banyak dibagikan.
Dengan metode ini, anak PKL dapat menjawab pertanyaan bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL? yaitu dengan menyesuaikan konten yang sedang viral agar tetap relevan.
4. Menggunakan Tools Riset Tren Sosmed
Selain fitur bawaan platform, ada berbagai tools yang bisa digunakan. Beberapa contoh yang bisa dipelajari anak PKL adalah:
- Google Trends → melihat tren kata kunci populer.
- BuzzSumo → menemukan konten viral di berbagai platform.
- Hootsuite atau Buffer → memantau engagement dan tren posting.
- TrendTok Analytics → khusus untuk melihat tren lagu atau video di TikTok.
Dengan bantuan tools ini, riset bisa lebih terukur dan cepat.
5. Observasi Kompetitor dan Akun Sejenis
Bagian penting dari riset adalah mempelajari akun lain yang memiliki target audiens sama. Anak PKL bisa melakukan observasi sederhana dengan melihat:
- Jenis konten yang paling sering diunggah kompetitor.
- Desain visual yang digunakan.
- Jam posting yang menghasilkan engagement tinggi.
Observasi ini membantu anak PKL mendapatkan gambaran nyata tentang tren yang sudah terbukti berhasil.
6. Mengikuti Kreator dan Influencer Populer
Selain akun kompetitor, tren juga sering muncul dari influencer atau kreator besar. Anak PKL bisa diarahkan untuk mengikuti beberapa kreator di niche tertentu agar selalu update dengan gaya konten terbaru.
Misalnya:
- Influencer teknologi untuk tren gadget.
- Influencer kuliner untuk tren makanan.
- Influencer edukasi untuk konten belajar ringan.
Dari sini, mereka belajar bahwa riset tren juga membutuhkan kepekaan sosial dan kreativitas.
7. Diskusi dengan Tim Sosmed
Riset tidak bisa berjalan sendiri. Oleh karena itu, bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL? Salah satunya adalah dengan berdiskusi bersama tim sosial media di tempat PKL.
Anak PKL dapat:
- Membagikan hasil pengamatan tren.
- Mengusulkan ide konten berdasarkan tren tersebut.
- Menerima masukan tentang kesesuaian tren dengan brand.
Diskusi ini sangat penting agar ide anak PKL bisa disaring dan disesuaikan dengan strategi perusahaan.
8. Mencatat dan Membuat Laporan Riset
Setelah mengamati tren, anak PKL perlu menyusun laporan sederhana. Bentuk laporan bisa berupa:
- Tren yang sedang populer minggu ini.
- Contoh akun yang berhasil menggunakan tren tersebut.
- Rekomendasi tren yang bisa diadaptasi.
Dengan laporan ini, anak PKL belajar cara menyajikan data yang rapi dan sistematis, bukan hanya sekadar observasi.
9. Uji Coba Konten Berdasarkan Tren
Riset tidak akan berarti jika tidak diuji. Oleh karena itu, anak PKL bisa diberi kesempatan untuk membuat konten berdasarkan tren yang ditemukan. Misalnya, membuat reels dengan musik viral atau desain grafis sesuai gaya terkini.
Dari hasil uji coba, mereka bisa melihat apakah tren tersebut benar-benar meningkatkan engagement atau tidak.
10. Evaluasi Hasil dan Adaptasi
Langkah terakhir dari bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL? adalah melakukan evaluasi. Anak PKL perlu membandingkan:
- Apakah engagement meningkat setelah mengikuti tren?
- Konten jenis apa yang lebih diterima audiens?
- Apakah tren tersebut sesuai dengan identitas brand?
Evaluasi ini akan membantu mereka memahami bahwa tidak semua tren cocok untuk setiap brand, sehingga penting untuk memilih tren yang paling relevan.
Jadi, bagaimana proses riset tren sosmed untuk PKL? Prosesnya meliputi memahami pentingnya riset, menggunakan insight bawaan platform, memantau hashtag viral, memakai tools riset, mengamati kompetitor, mengikuti influencer, berdiskusi dengan tim, membuat laporan, menguji konten, hingga mengevaluasi hasil.
Dengan langkah-langkah tersebut, anak PKL tidak hanya belajar teknis sosial media, tetapi juga strategi riset yang sistematis. Pengalaman ini akan sangat berguna untuk bekal mereka menghadapi dunia kerja digital di masa depan.
👉 Ingin tahu lebih banyak tentang pengalaman PKL seru dan bermanfaat? Hubungi kami di WhatsApp 0811-2829-002 atau follow Instagram @akademikombas untuk informasi lengkap mengenai program PKL dan sertifikasi resmi!

