Artikel

Apa Saja Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?

Apa Saja Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?
Apa Saja Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?

 

Apa Saja Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?Di era persaingan kerja yang semakin ketat, memiliki sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) menjadi nilai tambah yang sangat berharga. Sertifikasi ini bukan sekadar selembar kertas, melainkan bukti nyata bahwa seseorang benar-benar kompeten di bidang tertentu. Pertanyaannya, apa saja level kompetensi dalam sertifikasi BNSP? Mari kita bahas secara lengkap, mudah dipahami, dan tentu saja bermanfaat untuk semua kalangan.

Mengapa Harus Tahu Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?

Sebelum masuk ke inti pembahasan tentang apa saja level kompetensi dalam sertifikasi BNSP, kita perlu memahami mengapa hal ini penting:

  1. Panduan Karier – Level kompetensi menunjukkan sejauh mana kemampuan seseorang. Dengan begitu, kita bisa tahu sudah berada di tahap mana dalam perjalanan karier.

  2. Standar Nasional – Level kompetensi diatur secara resmi oleh BNSP agar keterampilan pekerja Indonesia setara dengan standar global.

  3. Meningkatkan Kepercayaan – Perusahaan lebih percaya pada tenaga kerja yang memiliki sertifikat BNSP dengan level kompetensi yang jelas.

  4. Motivasi untuk Belajar – Mengetahui level kompetensi membuat kita termotivasi untuk terus naik ke level berikutnya.

Apa Saja Level Kompetensi dalam Sertifikasi BNSP?

Dalam sertifikasi BNSP, kompetensi dibagi ke dalam 9 level, mulai dari tingkat paling dasar hingga paling tinggi. Berikut penjelasan lengkapnya:

1. Level 1 – Kompetensi Dasar

Level ini ditujukan untuk seseorang yang baru memulai. Cakupannya masih sederhana, yaitu melaksanakan tugas rutin dengan pengawasan langsung.

  • Cocok untuk fresh graduate.

  • Fokus pada keterampilan dasar.

  • Belum banyak tuntutan tanggung jawab.

2. Level 2 – Kompetensi Operasional Dasar

Pada level ini, seseorang sudah bisa bekerja lebih mandiri, meski masih pada lingkup pekerjaan yang terbatas.

  • Bisa mengoperasikan alat atau sistem dengan baik.

  • Pekerjaan dilakukan sesuai SOP.

  • Pengawasan mulai berkurang.

3. Level 3 – Kompetensi Operasional Lanjutan

Level ini menuntut pekerja mampu mengerjakan pekerjaan dengan standar yang lebih tinggi dan bisa mengambil keputusan sederhana.

  • Cocok untuk staf yang sudah berpengalaman.

  • Memiliki keterampilan teknis lebih mendalam.

  • Mulai bisa memecahkan masalah teknis ringan.

4. Level 4 – Kompetensi Supervisor Dasar

Pada level ini, seseorang sudah bisa mengawasi pekerjaan tim kecil.

  • Mampu mengatur jadwal kerja.

  • Bisa memberikan arahan sederhana pada rekan kerja.

  • Tidak hanya mengerjakan, tapi juga mengawasi.

5. Level 5 – Kompetensi Supervisor Lanjutan

Level ini menunjukkan seseorang sudah bisa menjadi pengawas atau mandor dengan tanggung jawab lebih besar.

  • Memimpin tim dengan jumlah lebih banyak.

  • Bertanggung jawab atas hasil kerja tim.

  • Membuat keputusan teknis menengah.

6. Level 6 – Kompetensi Ahli Madya

Pada tahap ini, pekerja sudah dianggap sebagai ahli di bidangnya.

  • Mampu menganalisis masalah kompleks.

  • Memberikan solusi strategis.

  • Menjadi rujukan bagi tim lain.

7. Level 7 – Kompetensi Ahli

Level ini menunjukkan kemampuan tinggi dalam perencanaan dan pengembangan.

  • Membuat strategi besar.

  • Bertanggung jawab atas keberhasilan proyek skala besar.

  • Mampu memimpin dengan visi jangka panjang.

8. Level 8 – Kompetensi Profesional Utama

Di level ini, seseorang dianggap sebagai profesional utama.

  • Mengembangkan metode baru.

  • Menjadi inovator di bidangnya.

  • Memberikan pengaruh besar bagi perusahaan atau industri.

9. Level 9 – Kompetensi Spesialis / Pakar

Inilah level tertinggi dalam sertifikasi BNSP.

  • Menjadi pakar yang diakui secara nasional maupun internasional.

  • Memberikan kontribusi pada kebijakan atau regulasi.

  • Menciptakan standar baru dalam profesinya.

Bagaimana Cara Menentukan Level Kompetensi?

Setelah tahu apa saja level kompetensi dalam sertifikasi BNSP, mungkin kamu bertanya, lalu bagaimana cara mengetahui level saya saat ini?

  1. Mengikuti Uji Kompetensi – LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) akan melakukan asesmen untuk menentukan level kompetensi.

  2. Pengalaman Kerja – Semakin tinggi pengalaman kerja, biasanya level kompetensi yang didapat akan lebih tinggi.

  3. Portofolio – Bukti pekerjaan dan capaian juga menjadi bahan pertimbangan.

  4. Kemampuan Manajerial – Level tinggi biasanya tidak hanya dinilai dari keterampilan teknis, tetapi juga kemampuan mengelola tim.

Pentingnya Level Kompetensi dalam Dunia Kerja

Mengetahui apa saja level kompetensi dalam sertifikasi BNSP sangat penting, terutama untuk dunia kerja, karena:

  • Perusahaan lebih mudah menempatkan karyawan sesuai kemampuannya.

  • Pekerja punya jalur karier yang jelas.

  • Diakui secara resmi baik di dalam negeri maupun internasional.

Hubungan PKL dengan Level Kompetensi BNSP

Bagi siswa atau mahasiswa, mungkin kamu berpikir: saya belum bekerja, apakah penting tahu soal level kompetensi ini? Jawabannya: sangat penting.

Mengikuti PKL (Praktik Kerja Lapangan) akan membantu kamu:

  • Mengenal dunia kerja lebih awal.

  • Membekali diri dengan keterampilan dasar yang masuk dalam level awal sertifikasi BNSP.

  • Menyiapkan portofolio sejak dini agar saat diuji kompetensi, kamu sudah punya bekal pengalaman.

  • Lebih percaya diri saat menghadapi asesmen BNSP di masa depan.

PKL di Kombas Digital Internasional

Jika kamu ingin memulai perjalanan kompetensi sejak dini, PKL di Kombas Digital Internasional bisa jadi pilihan tepat.

Kenapa?

  • Kamu akan belajar langsung di dunia digital marketing, desain, bisnis, dan teknologi.

  • Mendapat pengalaman nyata dengan proyek asli.

  • Dibimbing mentor profesional yang berpengalaman.

  • Keterampilan yang dipelajari sesuai dengan standar kompetensi BNSP.

Dengan begitu, ketika nanti kamu mengikuti uji kompetensi, peluang untuk meraih level tinggi akan lebih besar.

📞 Hubungi WhatsApp: 0811-2829-002
📸 Follow Instagram: @akademikombas