Artikel

Perbedaan PKL Biasa dengan PKL Berbasis Scrum, Mana yang Lebih Efektif untuk Para Siswa?

Perbedaan PKL Biasa dengan PKL Berbasis Scrum, Mana yang Lebih Efektif untuk Para Siswa?
Perbedaan PKL Biasa dengan PKL Berbasis Scrum, Mana yang Lebih Efektif untuk Para Siswa?

 

Perbedaan PKL Biasa dengan PKL Berbasis Scrum, Mana yang Lebih Efektif untuk Para Siswa?Praktik Kerja Lapangan (PKL) merupakan salah satu program wajib bagi siswa SMK untuk mengenal dunia kerja secara langsung. Namun, tahukah kamu bahwa sekarang ada model PKL baru yang lebih modern dan relevan dengan industri digital, yaitu PKL berbasis Scrum? Lantas, bedanya PKL biasa vs PKL berbasis Scrum itu seperti apa?

Sebelum membahas apa yang menjadi perbedaan anatara PKL berbasis Scrum dengan PKL Biasa perlu kita ketahui definisi dari PKL biasa terlebih dahulu..

PKL biasa adalah program magang atau praktik industri yang dilakukan siswa di perusahaan selama beberapa bulan. Umumnya, siswa SMK akan bekerja di bawah pengawasan staf perusahaan dan hanya membantu pekerjaan teknis ringan. Tujuannya adalah agar siswa bisa mengenal lingkungan kerja secara langsung.

Ciri-Ciri PKL Biasa:

  • Siswa bekerja mengikuti instruksi dari karyawan perusahaan
  • Jadwal dan tugas bersifat tetap dan tidak fleksibel
  • Fokus pada tugas teknis, bukan pengembangan proyek
  • Minim pelatihan manajerial dan kolaboratif
  • Seringkali tidak ada sistem evaluasi tim yang mendalam

Walaupun tetap memberikan pengalaman kerja, PKL biasa seringkali membuat siswa pasif dan tidak sepenuhnya terlibat dalam proses berpikir kritis atau manajemen proyek.

Apa Itu PKL Berbasis Scrum?

Berbeda dari metode konvensional, PKL berbasis Scrum mengadopsi sistem kerja Agile yang biasa digunakan dalam industri startup dan teknologi. Dalam metode ini, siswa dibentuk menjadi sebuah tim Scrum dan menjalankan proyek layaknya perusahaan digital.

Ciri-Ciri PKL Berbasis Scrum:

  • Siswa dibagi menjadi tim yang memiliki peran masing-masing: Scrum Master, Product Owner, dan Developer
  • Proyek dikerjakan dalam sprint mingguan (siklus kerja singkat dan terukur)
  • Rutin melakukan daily stand-up (rapat harian) dan sprint review
  • Ada sistem kolaborasi, diskusi, dan evaluasi rutin
  • Melatih soft skill yang dibutuhkan dalam dunia kerja seperti komunikasi, kepemimpinan, dan pemecahan masalah 

PKL berbasis Scrum mendorong siswa untuk bekerja lebih profesional, terstruktur, dan berorientasi pada hasil nyata.

Bedanya PKL Biasa dengan PKL Berbasis Scrum: Perbandingan Lengkap

Berikut ini adalah tabel perbandingan untuk memperjelas bedanya PKL biasa vs PKL berbasis Scrum:

Aspek PKL Biasa PKL Berbasis Scrum
Metode Kerja Individu atau berpasangan Berbasis tim dengan peran Scrum
Pendekatan Instruksional Kolaboratif dan partisipatif
Proyek Tugas harian Proyek nyata dan terukur
Evaluasi Tidak terstruktur Retrospektif dan penilaian berkala
Skill yang Dikembangkan Hard skill terbatas Hard skill dan soft skill seimbang
Keterlibatan Pasif Aktif dan kreatif
Pembelajaran Tim Minim Intensif dan berkelanjutan

Dari tabel di atas, terlihat jelas bahwa PKL berbasis Scrum lebih banyak mengembangkan potensi siswa secara menyeluruh.

Keunggulan PKL Berbasis Scrum

Untuk memperdalam pemahaman tentang bedanya PKL biasa vs PKL berbasis Scrum, mari kita bahas beberapa keunggulan dari metode berbasis Scrum yang membuatnya unggul:

1. Siswa Memiliki Peran Nyata

Dalam PKL yang berbasis Scrum, siswa tidak hanya bertugas sebagai “asisten magang”, melainkan siswa dapat benar-benar memegang peran seperti Scrum Master, Product Owner, dan Developer. Hal ini dapat menciptakan rasa tanggung jawab dan meningkatkan rasa percaya diri.

2. Kolaborasi yang Erat

Setiap siswa belajar bekerja dalam tim, berkomunikasi efektif, menyelesaikan masalah bersama, dan saling memberi feedback. Ini merupakan salah satu modal yang penting dalam dunia kerja yang sangat dinamis.

3. Pembelajaran Iteratif

Dengan metode sprint mingguan, siswa dapat untuk terus melakukan evaluasi, perbaikan, dan penyempurnaan terhadap hasil kerja yang telah mereka lakukan. Pola kerja ini jauh lebih fleksibel dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan.

4. Soft Skill Terasah

Selain keahlian teknis, siswa juga mengasah kemampuan komunikasi, manajemen waktu, kepemimpinan, hingga empati dan kerja tim. Ini tidak banyak ditemui di PKL konvensional.

Tantangan PKL Berbasis Scrum (dan Cara Mengatasinya)

Meski memiliki banyak keunggulan, PKL berbasis Scrum juga memiliki tantangan dalam penerapannya :

  • Butuh pemahaman awal tentang Scrum: Ini bisa diatasi dengan pelatihan awal sebelum proyek dimulai.
  • Lebih intensif dan terstruktur: Tapi justru ini yang membuat siswa terbiasa dengan disiplin kerja profesional.
  • Peran yang harus dipahami: Siswa harus mengenali potensi diri agar bisa mengambil peran yang sesuai.

Dengan bimbingan dari mentor yang kompeten, tantangan-tantangan ini justru akan menjadi bagian dari proses pembelajaran.

Implementasi Scrum oleh Kombas

Di Akademi Kombas, metode PKL berbasis Scrum telah diterapkan secara konsisten dan memberikan hasil positif. Siswa dikelompokkan berdasarkan minat dan kemampuan, diberi proyek real dari klien UMKM, lalu menjalankan peran Scrum lengkap selama durasi PKL.

Setiap minggu ada daily meeting, planning, sprint review, hingga retrospective. Hasilnya? Siswa bukan hanya menyelesaikan proyek, tapi juga menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja.

Bedanya PKL Biasa vs PKL Berbasis Scrum: Mana yang Lebih Baik?

Jawaban singkatnya: PKL berbasis Scrum lebih relevan dan efektif untuk membekali siswa menghadapi dunia kerja digital.

Namun, bukan berarti PKL biasa tidak berguna. Metode konvensional tetap bermanfaat, terutama untuk industri tradisional. Tapi jika ingin memberikan pengalaman kerja yang lebih dinamis, terstruktur, dan berorientasi masa depan, maka PKL berbasis Scrum adalah pilihan tepat.

Melalui pembahasan tentang bedanya PKL biasa vs PKL berbasis Scrum, kita bisa melihat bahwa metode Scrum bukan hanya relevan untuk industri IT, tapi juga sangat cocok untuk pendidikan vokasi. Dengan pendekatan kolaboratif, pembagian peran, dan proyek nyata, siswa belajar lebih banyak dalam waktu yang sama.

PKL berbasis Scrum membantu siswa:

  • Mengenali potensi diri
  • Mengasah soft skill dan hard skill sekaligus
  • Terlibat aktif dalam proses proyek
  • Lebih siap masuk ke dunia kerja digital

Tertarik Menerapkan PKL Berbasis Scrum?

Jika Anda siswa, guru, atau sekolah yang ingin menerapkan program PKL berbasis Scrum yang terstruktur dan terbukti berhasil, Kombas adalah tempat yang tepat!

💬 Hubungi sekarang melalui WhatsApp di nomor 0811-2829-002
📲 Ikuti Instagram kami di @akademikombas untuk mendapatkan info seputar program PKL dan pelatihan digital lainnya.

Mulailah pengalaman magang yang modern, bermanfaat, dan membentuk masa depan bersama Akademi Kombas!